Rabu, 16 Februari 2011

LAPORAN PEMBUATAN ROLL PIPA

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Tugas Akhir Sekolah
Dalam era globalisasi ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat dan kompleks. Untuk mengimbangi era ini, pada dasarnya terdapat hubungan yang saling menguntungkan antara dunia industri dan dunia akademis. Dimana dunia industri menyediakan lapangan pekerjaan dengan berbagai jenis permasalahannya dan dunia akademis menyadiakan sumber daya yang diharapkan mampu untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan berbagai macam pendekatan. Dengan demikian, maka dunia akademis perlu untuk dapat mengimbangi hal tersebut, dengan dapat menghasilkan calon tenaga kerja yang benar-benar berkualitas dalam ketrampilan dan pengertahuan agar dapat menyesuaikan diri dengan teknologi yang digunakan di dalam dunia industri kebanyakan.
Permasalahan yang sering timbul yaitu, adanya ketidakselarasan antara dunia akademis dan dunia industri riil. Hal ini dapat diatasi dengan adanya kegiatan yang dapat menambahkan wawasan serta sarana untuk mengaplikasikan segenap ilmu yang telah didapat sewaktu proses belajar mengajar seorang calon tenaga kerja. Maka dengan adanya tuntutan tersebut, SMKN 7 Semarang mewajibkan siswanya untuk membuat tugas akhir sekolah bagi setiap siswanya yang akan menyelesaikan pembelajaran di SMKN 7 Semarang.
Dalam pelaksanaan pembuatan tugas akhir sekolah ini, diharapkan seorang siswa dapat bekerja secara berkelompok dengan kompak. Sehingga siswa dapat benar-benar siap menjadi calon tenaga kerja yang memiliki sikap profesionalisme, disiplin dalam bekerja dan bertanggungjawab serta memiliki etos kerja yang tinggi.



1.2 Tujuan Pembuatan Tugas Akhir Sekolah
Tujuan yang diharapkan oleh dunia akademis dalam pembuatan tugas akhir sekolah ini adalah :
1. Menerapkan seluruh teori dan praktek yang telah siswa dapat serta pelajari selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga dapat menjadikan ketrampilan siswa berkembang.
2. Mengajarkan kepada siswa bagaimana menyelesaikan suatu mesalah dengan jalan kerja tim.
3. Merupakan wahana atau lahan untuk menambah wawasan serta pengetahuan siswa.



1.3 Ruang Lingkup
Pelaksanaan pembuatan tugas akhir sekolah dimulai 03 Januari 2011 sampai dengan 28 Februari 2011. Tempat pembuatan tugas akhir sekolah untuk siswa kompetensi keahlian teknik permesinan adalah di bengkel kompetensi keahlian Teknik Permesinan SMKN 7 Semarang.



1.4 Alasan Pemilihan Judul
Laporan ini berjudul “PEMBUATAN MESIN ROLL PIPA”. Disini diuraikan apa yang dimaksud dengan mesin roll pipa, bagaimana dan untuk apa serta diuraikan pula bagaimana proses kerja serta perakitan mesin ini.



1.5 Tujuan Penyusunan Laporan
Setelah melaksanakan dan menyelesaikan pembuatan tugas akhir sekolah, siswa diwajibkan untuk membuat sebuah laporan yang berisi tentang proses dan cara pembuatan mesin yang dibuat. Tujuan penulisan laporan yang berupa karya tulis ini adalah :
1. Menjelaskan cara kerja pembuatan mesin roll pipa.
2. Menjabarkan besar biaya pembuatan mesin roll pipa.
3. Menjelaskan sistematika kerja mesin roll pipa.
4. Sebagai bukti bahwa siswa telah menyelesaikan tugas akhir sekolah yang dikerjakan.
5. Sebagai bahan referensi sekolah dan siswa, jika suatu saat laporan ini diperlukan untuk suatu hal.
6. Sebagai syarat dan sarana untuk menempuh Ujian Akhir Sekolah (UAS) tahun ajaran 2010/2011 di SMK Negeri 7 (STM Pembangunan) Semarang.



1.6 Pembatasan Masalah
Untuk menghindari pembahasan yang berbelit-belit dan menyamakan persepsi, maka perlu adanya suatu pembatasan masalah di dalam penulisan masalah ini.
Adapun hal-hal yang akan dibahas meliputi cara kerja, pembuatan, fungsi, dan kelebihan mesin.



1.7 Metode Pengumpulan Data
1. Metode Interview
Metode ini berguna sebagai langkah untuk mencegah adanya kesalahan ataupun kekeliruan data, maka diadakan tanya jawab langsung kepada guru-guru pembimbing yaitu Bapak Sirto dan Bapak Chandra. Sebagai tambahan, dilakukan tanya jawab dengan mekanik bengkel las di PKL Barito.
2. Metode Observasi
Dalam metode ini data dikumpulkan melalui pengamatan secara langsung pada bengkel-bengkel yang bekerja menggunakan mesin roll pipa, seperti halnya bengkel las.
3. Metode Literatur
Metode ini data dikumpulkan melalui internet dan juga literatur lain seperti buku-buku perhitungan teknik untuk memperhitungkan mekanika pembuatan mesin. Kemudian data-data tersebut dipadukan dengan data-data dari praktek langsung di lapangan.
4. Metode Demonstrasi
Dalam metode ini penulis sengaja terjun langsung ke lapangan dan mengoperasikan mesin roll pipa. Kegiatan lain adalah merakit dan mengoperasikan mesin roll pipa.



1.8 Sistematika Penulisan Laporan
Uraian hasil praktek kerja industri digunakan untuk penyusunan laporan dengan penulisan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Berisikan latar belakang masalah, tujuan pembuatan tugas akhir sekolah, ruang lingkup, alasan pemilihan judul, tujuan penyusunan laporan, pembatasan masalah, dan metode pengumpulan data.
BAB II TINJAUAN TEKNIK
Bab ini berisi tentang latar belakang penciptaan mesin, fungsi, cara kerja, bagian-bagian utama dan fungsinya serta perawatan mesin.
BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan sekilas gambaran tentang pembuatan dan perakitan mesin roll pipa.
BAB V PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan yang di dapat dari hasil analisa serta saran-saran berdasarkan pembuatan tugas akhir sekolah.



BAB II
TINJAUAN TEKNIK


2.1 Fungsi Mesin
Mesin roll pipa atau bisa disebut mesin bengkok pipa berfungsi untuk membengkokkan sebuah batangan pipa silinder.


2.2 Spesifikasi Mesin
Mesin ini adalah mesin yang dapat dikerjakan secara manual (dengan handle putar) dan juga dapet bekerja dengan menggunakan motor penggerak. Motor yang digunakan untuk mesin ini adalah motor dengan daya 1 PK . menggunakan penghubung sprocket dengan rantai. Mesin ini menggunakan reducer 1:80.


2.3 Cara Kerja Mesin
Dengan menggunakan 2 matras (dudukan) sebagai dudukan pipa, dan 1 matras penekan. Setelah batang pipa silinder diletekan diatas 2 matras putar, menekan pipa ke arah bawah sehingga memperoleh batang pipa berbentuk silinder.


2.4 Bagian-bagian Utama Mesin
Pada bagian ini penulis akan menjelaskan tentang bagian-bagian penyusun pada mesin roll pipa serta fungsi dari bagian penyusun tersebut.


1. Meja roll pipa ( frame )
Meja roll pipa berfungsi sebagai penopang semua komponen. Meja ini terbuat dari besi plat siku dengan tebal 6 mm.
2. Matras roll
Yang dimaksudkan matras pada mesin ini adalah dudukan (landasan) untuk pipa yang akan melalui proses pengerjaan dengan menggunakan mesin roll pipa ini. Matras pada mesin ini berjumlah 3 buah matras yang sama bentuk dan ukurannya, hanya saja berbeda fungsinya. Matras atas (matras tekan) berjumlah satu buah, berfungsi sebagai penekan pipa. Dan kedua matras yang lainnya berfungsi sebagai dudukan pipa.

3. As dudukan matras putar
As ini berjumlah 2 buah. As yang dibuat dari besi as ST 60 ini berfungsi sebagai dudukan matras, dan juga sekaligus dudukan sprocket.
4. As dudukan matras tekan
As ini berfungsi sebagai dudukan matras tekan. Terbuat dari bahan besi as ST 60.
5. Ulir pengatur matras tekan
Ulir yang terbuat dari besi as ST 60 ini berfungsi sebagai pengatur ketinggian matras tekan.
6. Dudukan as matras tekan
Sebagai tempat untuk meletakkan matras tekan. Dibuat dari besi strip tebal 1 cm.



BAB III
PERHITUNGAN DAN PERENCANAAN
MESIN ROLL PIPA

Dalam pembuatan mesin roll pipa yang kuat dan aman serta awet maka dibutuhkan perencanaan dan perhitungan bahan yang tepat.
Di dalam perencanaan mesin roll pipa ada beberapa faktor yang harus direncanakan, yaitu meliputi:
1. Perencanaan konstruksi
2. Perencanaan anggaran biaya
Dalam perencanaan ini tidak bisa merencanakan secara detail karena keterbatasan kemampuan pengetahuan.

3.1 Perencanaan Konstruksi
Bahan-bahan utama yang dibutuhkan:
1. Besi siku (60 mm x 60 mm)
Panjang 500 mm x 4 = 2000 mm
Panjang 610 mm x 4 = 2440 mm
Panjang 1000 mm x 4 = 4000 mm +
8440 mm

2. Kanal C (100 mm x 50 mm)
Panjang 300 mm x 2 = 600 mm
Panjang 750 mm x 1 = 750 mm +
1350 mm

3. Besi silinder (Ø 5 inch)
Panjang 100 mm x 3 = 300 mm

4. Besi silinder (Ø 1.25 inch)
Panjang 700 mm x 2 = 1400 mm
Panjang 150 mm x 1 = 150 mm +
1550 mm


Bahan bahan pendukung:
1. Bearing
Bearing yang digunakan adalah bearing tipe P 205.
2. Mur dan baut
Menggunakan 8 buah mur dan baut M 14 sebagai pengunci antara bearing P 205 dengan meja mesin.
3. Sprocket
4. Chain (rantai)


3.2 Perencanaan Anggaran Biaya


BAB IV
PROSES PEMBUATAN DAN PERAKITAN
MESIN ROLL PIPA

Pada bab ini akan menjelaskan tentang proses pembuatan setiap bagian secara rinci dan spesifik. Kemudian setelah seluruh bagian dibuat maka proses selanjutnya adalah perakitan setiap bagian hingga terbentuk dan pada tahap akhir adalah pengujian hingga sebuah mesin siap untuk dioperasionalkan.
4.1 Proses Pembuatan Mesin Roll Pipa
4.1.1 Proses pembuatan meja roll
Bagian meja roll pipa ini memanfaatkan peralatan sekolah antara lain: a. gergaji
b. mesin las
c. gerinda tangan
d. gerinda duduk
e. gerinda potong
f. palu
g. penyiku
h. meteran
i. penggores
4.1.2 Pemotongan bahan
Pemotongan bahan dilakukan menurut perhitungan yang dilakukan pada BAB III. Berikut ini adalah macam-macam ukuran dan jumah bahan yang harus dipotong
1. Besi siku (60 mm x 60 mm)
Panjang 488 jumlah 2 pcs
Panjang 500 jumlah 2 pcs
Panjang 600 jumlah 4 pcs
Panjang 988 jumlah 2 pcs
Panjang 1000 jumlah 2 pcs
2. Kanal UNP (100 mm x 50 mm)
Panjang 300 jumlah 2 pcs
Panjang 750 jumlah 1 pcs
4.1.3 Pembuatan rangka atas
Menyiapkan besi siku yang telah dipotong panjang 500 mm dan 1000 mm.
Memotong pada ujung dengan sudut 45º
Menyatukan hingga membentuk rangka persegi panjang dengan ukuran 1000 mm x 500 mm dan ujung-ujungnya bersudut 90º. Mengelas kompnen tersebut dengan kuat.
Menyiapkan kanal UNP dengan panjang 300 mm. Menyatukan kanal UNP tersebut dengan rangka yang sudah dibuat pada sisi berukuran 1000 mm.


2.1 Proses Perakitan Mesin Roll Pipa
Pada bagian ini penulis akan menjelaskan cara perakitan mesin roll pipa. Cara perakitan mesin ini secara keseluruhan dapat dijabarkan sebagai berikut:



BAB IV
PENUTUP

Demikiankah laporan pembuatan tugas akhir sekolah ini. Selama pembuatan tugas akhir sekolah ini, penulis mendapatkan pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman dari kegiatan yang penulis kerjaka. Hal ini tentunya membuat penulis semakin menjadi seseorang berguna untuk orang lain dan dapat dipercaya.

5.1 Kesimpulan
Beberapa kesimpulan yang dapat penulis ambil saat mengikuti praktek kerja industri:
1. Mesin roll pipa berfunsi untuk menekuk pipa.
2. Mesin roll pipa adalah mesin pendukung proses pengerjaan sebuah proyek yang biasa dikerjakan oleh bengkel-bengkel las.
3. Pembuatan tugas akhir sekolah adalah salah satu sarana bagi siswa untuk menambah pengetahuan dan keahlian.


5.2 Saran
Demikian segala hal yang penulis dapat uraikan dalam laporan ini. Penulis berharap apa yang penulis laporkan dapat bermanfaat bagi kita semua sebagai masukan dalam pelaksanaan pembuatan tugas akhir sekolah.
Akhir kata penulis megucapkan puji syukur alhamduliillah kepada Allah SWT dan teima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan praktek kerja industri dan penyusunan laporan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar